Samarinda (Humas) – Semangat
Ramadhan 1447 H terasa semakin hidup di sejumlah SMA/SMK wilayah Samarinda
Utara. Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA/SMK, Baqi Nurul
Hakkurahmy, M.Pd., turun langsung melakukan monitoring sekaligus menjadi
narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan selama empat
hari di beberapa satuan pendidikan.
Kegiatan berlangsung di SMAN 12
Samarinda, yang berlokasi di Jalan Raya Samarinda–Bontang Km 32, Sungai Siring,
Kecamatan Samarinda Utara. Pesantren Ramadhan di sekolah tersebut diikuti
sekitar 110 siswa kelas X dan XI. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan
penuh antusiasme, terlihat dari keseriusan para siswa mengikuti setiap
rangkaian pembinaan.
Selanjutnya, kegiatan juga
dilaksanakan di SMKN 10 Samarinda, Jalan Poros Samarinda–Bontang Km 21, RT 25,
Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Di sekolah ini, Pesantren
Ramadhan diikuti kurang lebih 350 siswa kelas X dan XI. Jumlah peserta yang
besar tidak mengurangi kekhusyukan kegiatan, justru menunjukkan tingginya
partisipasi dan komitmen sekolah dalam pembinaan keagamaan.
Dalam sesi materi, Baqi Nurul
Hakkurahmy mengangkat tema “Makna Puasa dan Keutamaan Bulan Ramadhan”.
Ia menjelaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah ritual, melainkan sarana
pendidikan jiwa yang melatih kesabaran, kejujuran, empati sosial, serta
pengendalian diri. Menurutnya, Ramadhan adalah “madrasah kehidupan” yang
membentuk pribadi berintegritas dan berakhlak mulia.
“Puasa mendidik kita untuk jujur
meskipun tidak ada yang melihat, melatih disiplin waktu, serta menumbuhkan
kepedulian terhadap sesama. Inilah nilai-nilai yang harus tertanam kuat dalam
diri pelajar,” ungkapnya di hadapan para siswa.
Rangkaian Pesantren Ramadhan di
masing-masing sekolah diisi dengan kegiatan pembiasaan ibadah seperti sholat
dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, praktik ibadah, penyampaian materi
keislaman, hingga refleksi dan evaluasi sikap harian. Seluruh kegiatan dirancang
tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menekankan pada internalisasi nilai dan
perubahan perilaku positif.
Selain di SMAN 12 dan SMKN 10, pelaksanaan pembukaan atau hari pertama Pesantren Ramadhan juga digelar di SMKN 18 Samarinda, SMK TI Airlangga Samarinda, serta SMKN 11 Samarinda. Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara pengawas, kepala sekolah, guru PAI, serta seluruh civitas sekolah dalam menyukseskan program pembinaan keagamaan selama bulan suci.
Monitoring yang dilakukan oleh
Pengawas PAI bertujuan memastikan pelaksanaan Pesantren Ramadhan berjalan
efektif, terstruktur, dan berdampak nyata terhadap pembentukan karakter siswa.
Evaluasi juga dilakukan untuk melihat keterlibatan siswa, kesesuaian materi,
serta implementasi nilai-nilai Ramadhan dalam keseharian peserta didik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
Pesantren Ramadhan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar
menjadi momentum strategis dalam membangun generasi muda yang beriman,
bertakwa, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan landasan
spiritual yang kuat. (DNA/foto:PP)
