Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2026-03-12 15:22:42
  • 123

Samarinda (Humas) - Upaya peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah terus dilakukan melalui pengembangan berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk penyempurnaan pengembangan model pembelajaran PAI berbasis Metacognitive Thinking Skill (PAI–BMTS) yang dilaksanakan pada Kamis (12/3) di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Jalan KH. Abul Hasan No. 3, Samarinda.



Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA hingga selesai ini menjadi forum akademik yang mempertemukan para ahli, akademisi, serta praktisi pendidikan guna memberikan masukan, saran, dan pertimbangan ilmiah terhadap model pembelajaran yang sedang dikembangkan. Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan konstruktif untuk menyempurnakan model pembelajaran PAI yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir reflektif dan kesadaran belajar peserta didik.

Pengawas PAI tingkat SMA/SMK, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Ia bersama para ahli lainnya berdiskusi mengenai konsep, pendekatan, serta implementasi model pembelajaran PAI berbasis metacognitive thinking skill yang dinilai relevan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

FGD ini menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan yang memiliki kompetensi di bidangnya, di antaranya Dr. Suhaimi, M.Pd selaku Pengawas PAI, Dr. M. Salehuddin dan Dr. M. Sali yang merupakan dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, serta Misbakhus Sururi, M.Pd.I sebagai praktisi pendidikan. Selain itu hadir pula Fauziatul Ifa, S.Ag., M.Pd, guru PAI dari SMKN 8 Samarinda, dan Izza Awaliha, M.Pd, Ketua MGMP PAI Provinsi, yang turut memberikan pandangan dan pengalaman praktis dalam implementasi pembelajaran PAI di sekolah.

Dalam forum diskusi tersebut, para peserta FGD membahas secara mendalam berbagai aspek penting dalam pengembangan model pembelajaran PAI–BMTS. Mulai dari kerangka konseptual, strategi pembelajaran, metode evaluasi, hingga peluang implementasi model tersebut di kelas. Pendekatan metacognitive thinking skill dinilai mampu mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga menyadari dan mengelola proses berpikir mereka sendiri dalam belajar.

Para ahli menekankan bahwa pembelajaran berbasis metakognitif dapat membantu siswa menjadi pembelajar yang lebih mandiri, kritis, dan reflektif. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai ajaran Islam sekaligus membentuk karakter yang berakhlak mulia. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berhenti pada aspek pengetahuan, tetapi juga menyentuh dimensi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran di era perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat. Guru PAI dituntut untuk mampu menghadirkan proses pembelajaran yang kreatif, inspiratif, serta mampu membangun keterlibatan aktif peserta didik di dalam kelas. Oleh karena itu, model pembelajaran PAI–BMTS diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Melalui kegiatan FGD ini, berbagai masukan, saran, serta rekomendasi dari para ahli dan praktisi pendidikan diharapkan dapat memperkaya serta menyempurnakan model pembelajaran yang sedang dikembangkan. Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyempurnaan konsep dan desain model pembelajaran sebelum diimplementasikan secara lebih luas di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pengawas PAI, akademisi perguruan tinggi, serta praktisi pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan lahir model pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.

Pada akhirnya, pengembangan model pembelajaran PAI berbasis Metacognitive Thinking Skill (PAI–BMTS) diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah, serta membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan karakter Islami yang kuat. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30