Samarinda (Humas) - Upaya peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah terus dilakukan melalui pengembangan berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk penyempurnaan pengembangan model pembelajaran PAI berbasis Metacognitive Thinking Skill (PAI–BMTS) yang dilaksanakan pada Kamis (12/3) di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Jalan KH. Abul Hasan No. 3, Samarinda.
Kegiatan yang dimulai pada pukul
10.00 WITA hingga selesai ini menjadi forum akademik yang mempertemukan para
ahli, akademisi, serta praktisi pendidikan guna memberikan masukan, saran, dan
pertimbangan ilmiah terhadap model pembelajaran yang sedang dikembangkan.
Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan konstruktif untuk
menyempurnakan model pembelajaran PAI yang tidak hanya menekankan aspek
kognitif, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir reflektif dan kesadaran
belajar peserta didik.
Pengawas PAI tingkat SMA/SMK, Baqi
Nurul Hakkurahmy, M.Pd, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Ia
bersama para ahli lainnya berdiskusi mengenai konsep, pendekatan, serta
implementasi model pembelajaran PAI berbasis metacognitive thinking skill
yang dinilai relevan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di
sekolah.
FGD ini menghadirkan sejumlah
tokoh pendidikan yang memiliki kompetensi di bidangnya, di antaranya Dr.
Suhaimi, M.Pd selaku Pengawas PAI, Dr. M. Salehuddin dan Dr. M. Sali yang
merupakan dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda,
serta Misbakhus Sururi, M.Pd.I sebagai praktisi pendidikan. Selain itu hadir
pula Fauziatul Ifa, S.Ag., M.Pd, guru PAI dari SMKN 8 Samarinda, dan Izza
Awaliha, M.Pd, Ketua MGMP PAI Provinsi, yang turut memberikan pandangan dan
pengalaman praktis dalam implementasi pembelajaran PAI di sekolah.
Dalam forum diskusi tersebut,
para peserta FGD membahas secara mendalam berbagai aspek penting dalam
pengembangan model pembelajaran PAI–BMTS. Mulai dari kerangka konseptual,
strategi pembelajaran, metode evaluasi, hingga peluang implementasi model tersebut
di kelas. Pendekatan metacognitive thinking skill dinilai mampu
mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi
juga menyadari dan mengelola proses berpikir mereka sendiri dalam belajar.
Para ahli menekankan bahwa
pembelajaran berbasis metakognitif dapat membantu siswa menjadi pembelajar yang
lebih mandiri, kritis, dan reflektif. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam,
pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta didik terhadap
nilai-nilai ajaran Islam sekaligus membentuk karakter yang berakhlak mulia.
Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berhenti pada aspek pengetahuan,
tetapi juga menyentuh dimensi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, diskusi juga
menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran di era perkembangan teknologi dan
informasi yang sangat pesat. Guru PAI dituntut untuk mampu menghadirkan proses
pembelajaran yang kreatif, inspiratif, serta mampu membangun keterlibatan aktif
peserta didik di dalam kelas. Oleh karena itu, model pembelajaran PAI–BMTS
diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan yang efektif dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Melalui kegiatan FGD ini,
berbagai masukan, saran, serta rekomendasi dari para ahli dan praktisi
pendidikan diharapkan dapat memperkaya serta menyempurnakan model pembelajaran
yang sedang dikembangkan. Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyempurnaan
konsep dan desain model pembelajaran sebelum diimplementasikan secara lebih
luas di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud
nyata sinergi antara pengawas PAI, akademisi perguruan tinggi, serta praktisi
pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan lahir model pembelajaran yang inovatif,
aplikatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Pada akhirnya, pengembangan model
pembelajaran PAI berbasis Metacognitive Thinking Skill (PAI–BMTS) diharapkan
dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI
di sekolah, serta membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara
intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan karakter Islami yang
kuat. (DNA/foto:PP)
