Samarinda (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) di sejumlah madrasah sebagai upaya memastikan ujian berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Monitoring pertama dilaksanakan di MAN 1 Samarinda pada Rabu (4/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Timur, H. Sabransyah, S.HI., S.Pi. beserta rombongan, Pengawas Manajerial Madrasah Hevvi Mahfudiansyah, S.Pd, Kepala MAN 1 Samarinda Drs. H. Dede Rohimat, jajaran wakil kepala madrasah, guru, tenaga tata usaha, serta seluruh siswa-siswi kelas XII yang mengikuti ujian.
Selanjutnya, monitoring juga dilakukan di MA Ma’arif NU 1 Samarinda pada Kamis (5/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas Manajerial Madrasah Hevvi Mahfudiansyah, S.Pd, Kepala MA Ma’arif NU 1 Samarinda Tity Safitrie, S.Pd, seluruh guru dan tenaga tata usaha, serta siswa-siswi kelas XII yang mengikuti ujian madrasah.
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan UMBK berjalan dengan efektif, efisien, aman, serta sesuai dengan standar pelaksanaan ujian berbasis teknologi yang saat ini terus dikembangkan dalam sistem pendidikan madrasah.
UMBK yang kini juga dikenal luas sebagai Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam mengevaluasi dan meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. Melalui asesmen ini, pemerintah dapat melakukan pemetaan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan berdasarkan input, proses, dan hasil belajar peserta didik.
Berbeda dengan Ujian Nasional yang pernah diterapkan sebelumnya, asesmen ini tidak berfungsi menentukan kelulusan siswa secara individu. Hasilnya lebih difokuskan pada evaluasi sistem pembelajaran di sekolah atau madrasah sehingga dapat menjadi gambaran kualitas pendidikan yang berlangsung.
Selain mengukur kompetensi dasar siswa seperti literasi membaca dan numerasi, asesmen ini juga menilai aspek non-kognitif melalui Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Hal ini bertujuan untuk memastikan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Dengan pelaksanaan ujian berbasis komputer ini, madrasah juga didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Digitalisasi dalam pelaksanaan ujian diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membiasakan siswa dan tenaga pendidik menggunakan teknologi dalam dunia pendidikan.
Melalui kegiatan monitoring ini, Kementerian Agama Kota Samarinda berharap pelaksanaan UMBK di madrasah dapat berjalan lancar serta memberikan data yang akurat sebagai dasar perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah di masa mendatang. (ar)
