Samarinda (Humas) - Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda
mengapresiasi pelaksanaan Festival Merah Putih SMK Medika Samarinda in
Collaboration with Samarinda Square Mall yang dirangkai dengan kegiatan
Khataman Qur’an. Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Agustus 2026 di Mall
Samarinda Square Lantai 3 tersebut menjadi momentum untuk memadukan penguatan
nilai-nilai keagamaan dengan semangat nasionalisme di kalangan peserta didik.
Mengusung Khataman Qur’an dan lomba menghias telur bertema
merah putih serta berbagai lomba kreasi antarkelas, kegiatan dilaksanakan
secara bertahap dengan melibatkan peserta didik kelas X hingga XII SMK Medika
Samarinda. Sekolah yang berada di bawah Yayasan Insan Mandiri tersebut memiliki
sekitar 1.500 peserta didik.
Dalam surat undangan pelaksanaan Khataman Al-Qur’an, SMK
Medika Samarinda menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari
Festival Merah Putih Tahun 2026 yang diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan
keimanan dan ketakwaan peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap
Al-Qur’an.
Pembukaan acara Khataman Al-Qur’an dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 15.30 WITA di Mall Samarinda Square Lantai 3. Dalam kegiatan tersebut, Pengawas PAI Kota Samarinda turut diundang untuk memberikan sambutan, tausiyah, dan arahan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Medika Samarinda menyampaikan
bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun
karakter peserta didik melalui penguatan nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan
semangat kebangsaan. Dari sekitar 1.500 siswa, sebanyak 300 siswa mengikuti
program mondok, sementara seluruh peserta didik diwajibkan menjalankan ibadah
di lingkungan sekolah dengan dukungan para orang tua.
SMK Medika Samarinda juga telah menjalin kolaborasi dengan
pusat perbelanjaan dalam penyelenggaraan kegiatan serupa sejak 2015. Kolaborasi
tersebut menjadi salah satu bentuk syiar agama sekaligus memberikan ruang
kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai kegiatan
antarkelas. Program Khatamul Qur’an sendiri dilaksanakan secara berkala setiap
enam bulan.
Mewakili Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Muhammad Idris, S.Pd.I., menyampaikan
pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat
nasionalisme pada generasi muda.
“Anak-anak kita perlu dibekali dengan nilai keagamaan dan
semangat nasionalisme secara seimbang. Keduanya menjadi fondasi penting dalam
membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan
tanggung jawab terhadap bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Pendidikan Agama Islam Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd., menilai
perpaduan Khatamul Qur’an dengan Festival Merah Putih memberikan pesan penting
bahwa kemajuan spiritual dan semangat nasionalisme harus berjalan selaras.
“Perpaduan acara Khataman Al-Qur’an yang diselaraskan dengan
Festival Merah Putih menegaskan satu pesan penting, bahwa kemajuan spiritual
dan semangat nasionalisme harus berjalan selaras. Kita tidak hanya sedang
membentuk generasi yang terampil dan cerdas secara intelektual, tetapi juga
generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada
nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta Khatamul Qur’an agar
pencapaian tersebut tidak menjadi titik akhir, melainkan awal dari komitmen
untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan
sehari-hari.
“Jadilah teladan di mana pun berada. Semoga kegiatan ini
dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melaksanakan program serupa
dalam meningkatkan nilai spiritual di lingkungan pendidikan. Meskipun bukan
sekolah berbasis agama, setiap sekolah hendaknya tetap menanamkan nilai-nilai
spiritual sebagai bekal iman dan takwa bagi generasi penerus bangsa dan agama,”
lanjutnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan oleh
perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur dari Komisi
Dakwah. MUI mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi
pembinaan generasi muda, khususnya kegiatan yang mengintegrasikan nilai
keislaman dengan semangat kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa semangat
kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT. Hal tersebut
sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 160: “Jika Allah
menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Dia
membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu
setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin
bertawakal.”
MUI juga berharap kegiatan pembiasaan membaca Al-Qur’an dan
Khatamul Qur’an dapat diterapkan oleh sekolah-sekolah lainnya sebagai bagian
dari upaya memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik.
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan tersebut adalah
Khatamul Qur’an yang diikuti oleh 19 siswa dan siswi. Sebelumnya, sekitar 30
siswa mengikuti proses seleksi hingga akhirnya terpilih 19 peserta yang dinilai
memenuhi kriteria untuk mengikuti Khatamul Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Medika Samarinda menunjukkan
bahwa penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui perpaduan antara
kecintaan terhadap Al-Qur’an, kreativitas peserta didik, dan semangat
memperingati kemerdekaan Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang
sinergi antara sekolah, orang tua, Kementerian Agama, serta berbagai pihak
dalam membekali generasi muda dengan nilai iman dan takwa, akhlak mulia, serta
semangat nasionalisme. (dna/foto:pp)
