Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2026-02-11 08:13:44
  • 230

Samarinda (Humas) - MTs Al Jawahir Samarinda menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta KKM–2 pada Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum madrasah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta, karakter, dan kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ibu Siti Djulaikah, M.Pd., yang memberikan pendampingan intensif pada sesi-sesi strategis penyusunan kurikulum dan perangkat pembelajaran.

Pelatihan diawali dengan rangkaian materi penguatan konsep Kurikulum Berbasis Cinta, kemudian dilanjutkan dengan sesi pendalaman teknis yang dipandu oleh Ibu Siti Djulaikah, M.Pd. Pada sesi Penyusunan Kurikulum Madrasah (KMA 1503) Tahun 2025, beliau memaparkan secara rinci kebijakan terbaru kurikulum madrasah, termasuk arah pengembangan kurikulum yang selaras dengan nilai-nilai moderasi beragama, karakter peserta didik, serta kebutuhan zaman.



Melalui pemaparannya, Ibu Siti Djulaikah menekankan pentingnya peran guru sebagai perancang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada pembentukan sikap, empati, dan kepekaan sosial peserta didik. Kurikulum Berbasis Cinta dipandang sebagai pendekatan strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa.

Memasuki sesi siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan materi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Berbasis Cinta. Pada sesi ini, Ibu Siti Djulaikah, M.Pd. membimbing para guru untuk menyusun perangkat pembelajaran secara sistematis, mulai dari perencanaan tujuan pembelajaran, pemilihan metode, hingga penilaian yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai-nilai cinta. Peserta diajak untuk memahami bagaimana nilai tersebut dapat terintegrasi secara utuh dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan perangkat pendukung lainnya.

Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan ini juga menekankan aspek praktik. Pada sesi Praktik Pembuatan Perangkat Pembelajaran Menggunakan Artificial Intelligence (AI), Ibu Siti Djulaikah, M.Pd. memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai alat bantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang efektif dan efisien. Peserta mendapatkan pengalaman langsung bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk merancang materi, skenario pembelajaran, hingga evaluasi, tanpa mengabaikan sentuhan nilai kemanusiaan yang menjadi ruh Kurikulum Berbasis Cinta.

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan tampak interaktif dan partisipatif. Para guru mengikuti setiap sesi dengan antusias, aktif berdiskusi, serta terlibat langsung dalam praktik penyusunan perangkat pembelajaran. Pendampingan yang diberikan oleh Ibu Siti Djulaikah, M.Pd. dinilai sangat membantu peserta dalam memahami implementasi kurikulum secara aplikatif dan kontekstual.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pendidik di MTs Al Jawahir Samarinda memiliki pemahaman yang lebih komprehensif serta keterampilan yang memadai dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian, dan nilai-nilai cinta dalam kehidupan peserta didik. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30