Samarinda (Humas) - MTs Al
Jawahir Samarinda menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kurikulum Berbasis
Cinta KKM–2 pada Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman dan kapasitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum madrasah yang
tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan
nilai-nilai cinta, karakter, dan kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Salah
satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ibu Siti Djulaikah, M.Pd., yang
memberikan pendampingan intensif pada sesi-sesi strategis penyusunan kurikulum
dan perangkat pembelajaran.
Pelatihan diawali dengan rangkaian materi penguatan konsep Kurikulum Berbasis Cinta, kemudian dilanjutkan dengan sesi pendalaman teknis yang dipandu oleh Ibu Siti Djulaikah, M.Pd. Pada sesi Penyusunan Kurikulum Madrasah (KMA 1503) Tahun 2025, beliau memaparkan secara rinci kebijakan terbaru kurikulum madrasah, termasuk arah pengembangan kurikulum yang selaras dengan nilai-nilai moderasi beragama, karakter peserta didik, serta kebutuhan zaman.
Melalui pemaparannya, Ibu Siti
Djulaikah menekankan pentingnya peran guru sebagai perancang pembelajaran yang
tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada pembentukan sikap, empati, dan
kepekaan sosial peserta didik. Kurikulum Berbasis Cinta dipandang sebagai
pendekatan strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis,
dan relevan dengan kehidupan nyata siswa.
Memasuki sesi siang hari,
kegiatan dilanjutkan dengan materi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam
dalam Kurikulum Berbasis Cinta. Pada sesi ini, Ibu Siti Djulaikah, M.Pd.
membimbing para guru untuk menyusun perangkat pembelajaran secara sistematis,
mulai dari perencanaan tujuan pembelajaran, pemilihan metode, hingga penilaian
yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai-nilai cinta. Peserta diajak
untuk memahami bagaimana nilai tersebut dapat terintegrasi secara utuh dalam
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan perangkat pendukung lainnya.
Tidak hanya bersifat teoritis,
pelatihan ini juga menekankan aspek praktik. Pada sesi Praktik Pembuatan
Perangkat Pembelajaran Menggunakan Artificial Intelligence (AI), Ibu Siti
Djulaikah, M.Pd. memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai
alat bantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang efektif dan efisien.
Peserta mendapatkan pengalaman langsung bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk
merancang materi, skenario pembelajaran, hingga evaluasi, tanpa mengabaikan
sentuhan nilai kemanusiaan yang menjadi ruh Kurikulum Berbasis Cinta.
Selama kegiatan berlangsung,
suasana pelatihan tampak interaktif dan partisipatif. Para guru mengikuti
setiap sesi dengan antusias, aktif berdiskusi, serta terlibat langsung dalam
praktik penyusunan perangkat pembelajaran. Pendampingan yang diberikan oleh Ibu
Siti Djulaikah, M.Pd. dinilai sangat membantu peserta dalam memahami
implementasi kurikulum secara aplikatif dan kontekstual.
Melalui pelatihan ini, diharapkan
para pendidik di MTs Al Jawahir Samarinda memiliki pemahaman yang lebih
komprehensif serta keterampilan yang memadai dalam mengimplementasikan
Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi ruang belajar
yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menumbuhkan
karakter, kepedulian, dan nilai-nilai cinta dalam kehidupan peserta didik. (DNA/foto:PP)
