Samarinda (Humas) – Suasana
khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan Penutupan Pesantren
Ramadan 1447 H yang diselenggarakan di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN 2
Samarinda pada Jumat (27/2). Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian
Pesantren Ramadan yang telah berlangsung sejak 23 Februari 2026, sekaligus
dirangkai dengan acara buka puasa bersama sebagai momentum mempererat
silaturahmi di bulan suci.
Mengusung tema “Ramadan sebagai momentum penguat iman, akhlak, dan kepedulian sosial,” Pesantren Ramadan tahun ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa, tetapi juga membentuk karakter religius dan sosial. Selama sepekan, para siswa mengikuti pembiasaan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, kultum, serta berbagai kegiatan yang menanamkan nilai empati, kebersamaan, dan semangat berbagi. Pendekatan yang edukatif dan humanis menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar agenda rutin, melainkan ruang pembinaan yang membentuk kepribadian dan kesadaran spiritual peserta didik.
Kementerian Agama Kota Samarinda
menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda di lingkungan
madrasah. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun,
M.H, didampingi Ketua DWP Kemenag Kota Samarinda Ny. Hj. Malikhatun Nasrun, Kepala Kasubbag TU
Edy Soltami, S.Ag., M.AP, serta Pokjawas Madrasah Drs. H. Jumian. Momentum ini
juga menjadi ajang mempererat hubungan antara pimpinan, kepala madrasah, guru,
dan siswa dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.
Turut hadir Ketua BAZNAS Kota
Samarinda, para Kepala Madrasah dari MAN 1 Samarinda, MTs Negeri Samarinda, MIN
1 Samarinda, dan MIN 2 Samarinda. Sebagai tuan rumah, Kepala MAN 2 Samarinda
Sapini, S.Pd., M.Pd bersama jajaran guru dan staf menyambut para tamu dengan
penuh kehangatan. Antusiasme siswa-siswi dalam mengikuti seluruh rangkaian
kegiatan menjadi cerminan keberhasilan program Pesantren Ramadan yang telah
berjalan selama sepekan.
Rangkaian penutupan semakin
bermakna dengan tausiyah singkat menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh
Ust. Muhammad Solikhien, M.Pd, Ketua BKPRMI Kalimantan Timur. Dalam
penyampaiannya, beliau mengajak para siswa menjadikan Ramadan sebagai titik
awal perubahan diri, menjaga konsistensi ibadah, memperkuat akhlak, serta
meningkatkan kepedulian sosial sebagai wujud nyata dari keimanan yang kokoh.
Kepala Kantor Kementerian Agama
Kota Samarinda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesantren Ramadan
yang berjalan dengan baik, tertib, dan penuh makna. Beliau berharap nilai-nilai
yang ditanamkan selama kegiatan tidak berhenti saat Ramadan usai, tetapi terus
hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Penutupan Pesantren Ramadan yang
dirangkai dengan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi akhir dari sebuah
program, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan komitmen bersama untuk
terus membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki
kepedulian sosial yang tinggi sebagai fondasi masa depan yang lebih baik. (DNA)
