Samarinda (Humas) - Dalam upaya
memperkuat tata kelola madrasah yang bermutu, adaptif terhadap perubahan, serta
berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, Pengawas Madrasah
Kementerian Agama melaksanakan Pendampingan Persiapan Akreditasi dan Pemetaan
Komitmen Perubahan Kepala Madrasah melalui Aplikasi MAGIS (Madrasah Digital
Supervision) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (10/2),
bertempat di MI Ar Rahmah Kecamatan Loa Janan Ilir dan MI Sullamul Ulum
Kecamatan Sungai Kunjang.
Kegiatan pendampingan ini dipimpin langsung oleh Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan akademik dan manajerial madrasah. Sasaran kegiatan meliputi Kepala MI Ar Rahmah, Zainal Mustofa, S.Pd.I., beserta seluruh dewan guru, serta Kepala MI Sullamul Ulum, Hj. Asminah, M.Pd.I., beserta dewan guru. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan madrasah dalam menghadapi proses akreditasi, sekaligus memetakan komitmen perubahan kepala madrasah dan guru secara terukur melalui sistem digital.
Pada pelaksanaan pendampingan di MI
Ar Rahmah, fokus utama diarahkan pada penguatan kesiapan akreditasi sebelum
masa berlaku akreditasi berakhir. Pengawas melakukan pendampingan intensif
terkait penyiapan dan penataan dokumen penting, antara lain dokumen kinerja
kepala madrasah, dokumen kinerja guru, serta kelengkapan dokumen proses dan
hasil pembelajaran yang menjadi indikator penilaian akreditasi. Seluruh dokumen
tersebut diarahkan agar tersusun sistematis, relevan, dan sesuai dengan standar
mutu yang ditetapkan.
Selain itu, pengawas juga
mendampingi proses pembaruan dan optimalisasi penggunaan Aplikasi MAGIS,
termasuk memastikan seluruh data terinput dengan baik dan melakukan registrasi
akun MAGIS bagi guru yang belum memiliki akun. Melalui aplikasi ini, madrasah
didorong untuk membangun budaya refleksi dan evaluasi kinerja secara
berkelanjutan. Guru dan kepala madrasah diarahkan untuk mengisi refleksi
kegiatan satu tahun berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
masing-masing, sehingga capaian kinerja dapat terpetakan secara objektif.
Pendampingan juga mencakup
penguatan pemahaman dan pengisian mindset Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
melalui aplikasi MAGIS. Kurikulum ini menekankan nilai-nilai kasih sayang,
empati, moderasi beragama, dan pembelajaran yang humanis. Dalam sesi ini,
pengawas memfasilitasi diskusi dan pemetaan hasil refleksi kepala madrasah,
sebagai dasar penyusunan tindak lanjut pembinaan dan pengembangan mutu madrasah
ke depan.
Sementara itu, pendampingan di MI
Sullamul Ulum lebih difokuskan pada monitoring implementasi pasca Bimbingan
Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Pengawas melakukan pemantauan terhadap
penerapan nilai-nilai KBC dalam kegiatan pembelajaran dan budaya madrasah,
serta menelaah hasil pengisian mindset KBC melalui aplikasi MAGIS. Monitoring
ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil bimtek tidak hanya berhenti pada
tataran pemahaman, tetapi benar-benar diimplementasikan secara nyata dalam
praktik pendidikan sehari-hari.
Melalui kegiatan pendampingan
ini, Pengawas Madrasah berharap madrasah binaan semakin siap menghadapi
akreditasi, memiliki komitmen perubahan yang kuat dan terarah, serta mampu
memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen pengawasan dan peningkatan mutu
pendidikan. Pendampingan ini juga diharapkan dapat mendorong terwujudnya
madrasah yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembelajaran yang
berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. (DNA/foto:PP)
