Samarinda (Humas) – Dalam rangka memastikan pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan pembinaan karakter religius peserta didik, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Hildayani, S.Pd.I., melaksanakan kegiatan monitoring di dua sekolah pada Kamis (26/02).
Kegiatan monitoring diawali di SMPN
38 Samarinda yang berlokasi di Jalan Jakarta 1. Kehadiran Pengawas PAI
sekaligus untuk menghadiri acara penutupan Pesantren Ramadhan yang dirangkai
dengan Khatmil Qur’an siswa kelas IX. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00
hingga 10.15 WITA tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan suasana
haru.
Kegiatan penutupan diawali dengan
pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para siswa, dilanjutkan dengan rangkaian
Khatmil Qur’an sebagai simbol keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan
bacaan Al-Qur’an selama program Pesantren Ramadhan. Para siswa kelas IX yang
akan segera menyelesaikan masa studinya di jenjang SMP tampak antusias dan
bangga atas capaian spiritual yang diraih. Momentum ini menjadi refleksi bahwa
pembinaan keagamaan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga
penguatan karakter, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut,
Hildayani, S.Pd.I. menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru PAI,
serta seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan dengan tertib dan lancar.
Ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan sarana strategis dalam membentuk
generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak
mulia dan pemahaman keagamaan yang baik. Beliau juga berpesan agar kebiasaan
membaca Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah tetap dipertahankan meskipun
bulan Ramadhan telah usai.
Usai menghadiri kegiatan di SMPN
38, monitoring dilanjutkan ke SMPN 24 Samarinda yang beralamat di Jalan P.
Suryanata pada pukul 11.00 hingga 11.50 WITA. Di sekolah ini, Pengawas PAI
melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan
yang sedang berlangsung.
Dalam monitoring tersebut,
Hildayani mengamati proses pembelajaran materi keislaman, kegiatan tadarus
Al-Qur’an, praktik ibadah, serta pembinaan akhlak siswa. Selain itu, beliau
juga berdialog dengan guru PAI mengenai teknis pelaksanaan kegiatan, metode penyampaian
materi, serta evaluasi harian yang dilakukan selama Pesantren Ramadhan. Hal ini
bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan,
kurikulum yang berlaku, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan
spiritual peserta didik.
Secara umum, pelaksanaan
Pesantren Ramadhan di kedua sekolah menunjukkan antusiasme tinggi dari para
siswa. Suasana kegiatan berlangsung tertib, kondusif, dan penuh semangat
kebersamaan. Monitoring ini juga menjadi bentuk pembinaan dan penguatan bagi
guru PAI dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik sekaligus pembina karakter
keagamaan di sekolah.
Melalui kegiatan monitoring ini,
diharapkan kualitas penyelenggaraan Pesantren Ramadhan di satuan pendidikan
semakin meningkat dari tahun ke tahun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi
bagian dari upaya berkelanjutan dalam membentuk generasi muda yang religius,
disiplin, berintegritas, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam
kehidupan sehari-hari. (DNA/foto:PP)
