Samarinda (Humas) - Kepala Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., melaksanakan monitoring pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tingkat Madrasah Aliyah (MA) pada Selasa (03/03). Kegiatan ini didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Edy Soltami, S.Ag., M.AP., beserta staf Seksi Penmad. Monitoring dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung guna memastikan pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026 berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Kunjungan pertama dilaksanakan di
MAN 2 Samarinda. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor meninjau ruang ujian,
memantau kesiapan panitia, serta memastikan kelengkapan administrasi dan teknis
pelaksanaan ujian. Ia juga menyempatkan diri berdialog singkat dengan pihak
madrasah untuk mengetahui kendala maupun kebutuhan yang dihadapi selama
pelaksanaan ujian berlangsung.
Rangkaian monitoring kemudian
dilanjutkan ke MA Al Arsyadi Samarinda. Di lokasi ini, rombongan kembali
memastikan bahwa pelaksanaan ujian berjalan dengan suasana yang kondusif dan
para siswa dapat mengikuti ujian dengan nyaman. Kepala Kantor menegaskan
pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan, serta profesionalisme seluruh
panitia agar hasil Ujian Madrasah benar-benar mencerminkan capaian kompetensi
peserta didik.
Kunjungan terakhir dilakukan di MA
Darul Ihsan Samarinda, yang dalam pelaksanaannya turut didampingi oleh Pengawas
Manajerial H. Basri, M.Si. Di madrasah ini, Kepala Kantor kembali menekankan
bahwa Ujian Madrasah merupakan bagian penting dalam proses evaluasi
pembelajaran siswa kelas XII sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang MA.
Oleh karena itu, seluruh proses harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
dan menjunjung tinggi prinsip kejujuran.
Melalui kegiatan monitoring ini, Kementerian Agama Kota Samarinda menunjukkan komitmen dalam mengawal mutu pendidikan madrasah. Kehadiran pimpinan secara langsung di lapangan diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para guru, panitia, serta siswa, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan Ujian Madrasah di Kota Samarinda berjalan optimal, akuntabel, dan berkualitas. (REY/DNA)
