Samarinda (Samarinda) - Dalam upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, Pengawas Madrasah Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd melaksanakan kegiatan pendampingan terpadu di MTs Darul Ihsan Samarinda pada Rabu (22/4) yang mencakup monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan ujian madrasah, pendampingan persiapan akreditasi, penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), serta penguatan digitalisasi melalui pembuatan website madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan komprehensif guna memastikan madrasah mampu beradaptasi dengan tuntutan kualitas dan perkembangan zaman.
Pada aspek monitoring dan
evaluasi, kegiatan difokuskan pada pelaksanaan Asesmen Akhir Madrasah (AAM)
tahun pelajaran 2025/2026 di MTs Darul Ihsan Samarinda. Berdasarkan hasil
pemantauan, pelaksanaan ujian telah berjalan dengan baik dan didukung oleh kelengkapan
administrasi yang memadai, seperti jadwal asesmen, daftar hadir peserta, daftar
hadir pengawas ruang, serta ketersediaan kisi-kisi soal. Soal asesmen disusun
oleh madrasah sendiri dan telah melalui proses yang terencana. Pelaksanaan
ujian juga telah memanfaatkan kombinasi moda daring dan luring, dengan dukungan
media digital seperti Google Form sebagai bagian dari adaptasi teknologi dalam
sistem evaluasi pembelajaran.
Selain memastikan kelancaran
ujian, pendampingan juga diarahkan pada persiapan akreditasi madrasah. Dalam
kegiatan ini, pengawas madrasah memberikan bimbingan teknis terkait pemenuhan
delapan Standar Nasional Pendidikan sebagai indikator utama dalam penilaian
akreditasi. Penekanan diberikan pada pentingnya kesesuaian antara dokumen
administrasi dengan implementasi nyata di lapangan. MTs Darul Ihsan Samarinda
didorong untuk menyiapkan bukti fisik secara lengkap, sistematis, dan mudah
ditelusuri, sehingga mampu memberikan gambaran riil tentang kualitas
pengelolaan pendidikan.
Pendampingan juga menyentuh aspek
perencanaan strategis melalui penyusunan RKJM. Pengawas madrasah menekankan
bahwa perencanaan yang baik merupakan fondasi utama dalam pengembangan mutu
lembaga. RKJM disusun secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur
madrasah, sehingga mampu mencerminkan kebutuhan, potensi, serta arah
pengembangan MTs Darul Ihsan Samarinda ke depan. Dengan adanya RKJM yang
terarah dan terukur, diharapkan program-program madrasah dapat berjalan lebih
efektif dan berkesinambungan.
Sejalan dengan perkembangan era
digital, penguatan pada aspek teknologi informasi juga menjadi bagian penting
dalam pendampingan. MTs Darul Ihsan Samarinda didorong untuk mengembangkan
website sebagai sarana publikasi, transparansi informasi, serta media
komunikasi dengan masyarakat. Website madrasah tidak hanya berfungsi sebagai
etalase informasi, tetapi juga sebagai bentuk akuntabilitas lembaga dalam
menyampaikan program, kegiatan, serta capaian yang telah diraih.
Kegiatan pendampingan ini
berlangsung secara interaktif dan partisipatif. Para guru dan tenaga
kependidikan diberikan ruang untuk berdiskusi, menyampaikan kendala, serta
berbagi pengalaman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Berbagai permasalahan
yang muncul, baik dalam pelaksanaan ujian, penyusunan dokumen akreditasi,
maupun pengelolaan administrasi madrasah, dibahas secara terbuka dan dicarikan
solusi yang aplikatif.
Dengan adanya pendampingan
terpadu ini, MTs Darul Ihsan Samarinda mendapatkan pemahaman yang lebih
komprehensif mengenai langkah-langkah strategis yang harus dilakukan dalam
meningkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya berfokus pada pencapaian
akreditasi, tetapi juga pada penguatan sistem manajemen, peningkatan kualitas
pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
MTs Darul Ihsan Samarinda semakin siap menghadapi berbagai tantangan pendidikan
ke depan. Sinergi antara pengawas madrasah dan seluruh warga madrasah menjadi
kunci utama dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul, profesional,
adaptif, dan berdaya saing, sekaligus mampu memberikan layanan pendidikan yang
berkualitas bagi peserta didik. (DNA/foto:PP)
