Samarinda (Humas) - Dalam rangka memastikan pelaksanaan evaluasi akademik berjalan optimal, Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di MIN 2 Samarinda yang berlokasi di Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, pada Kamis (23/4). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengawasan penyelenggaraan ujian madrasah guna menjamin kualitas, integritas, serta kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.
Monitoring
yang dilakukan berfokus pada pelaksanaan TKA sesi ketiga, yang merupakan bagian
dari rangkaian ujian hari terakhir. Dalam pelaksanaannya, pengawas melakukan
pemantauan menyeluruh terhadap berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan
panitia, pengaturan ruang ujian, kesiapan perangkat teknologi, hingga
kedisiplinan peserta dan pengawas ruang. Hal ini dilakukan untuk memastikan
bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Pelaksanaan
TKA di MIN 2 Samarinda berlangsung selama empat hari, terhitung sejak tanggal
20 hingga 23 April 2026. Ujian dilaksanakan dalam dua gelombang, di mana setiap
gelombang terdiri dari tiga sesi. Setiap sesi ujian berlangsung selama 1 jam 45
menit dengan pengaturan jadwal yang terstruktur, sehingga seluruh peserta dapat
mengikuti ujian secara efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas
pelaksanaan.
Jumlah peserta
TKA di MIN 2 Samarinda tercatat sebanyak 124 siswa yang seluruhnya mengikuti
ujian dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Antusiasme dan kesiapan peserta
terlihat dari kehadiran yang tepat waktu serta keseriusan dalam mengerjakan
soal-soal yang diujikan. Hal ini mencerminkan kesiapan peserta didik dalam
menghadapi salah satu bentuk evaluasi penting di jenjang pendidikan madrasah.
Untuk menjaga
objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan ujian, sistem pengawasan ruang
dilakukan secara silang dengan melibatkan pengawas dari MIN 1 Samarinda.
Meskipun sebagian pengawas harus menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat
tugasnya, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan dedikasi mereka dalam
menjalankan tugas. Para pengawas tetap melaksanakan tanggung jawabnya dengan
penuh komitmen demi memastikan ujian berlangsung jujur, tertib, dan transparan.
Dari sisi
sarana dan prasarana, MIN 2 Samarinda memanfaatkan laboratorium komputer
sebagai fasilitas utama dalam pelaksanaan TKA berbasis digital. Meskipun jumlah
perangkat komputer yang tersedia relatif terbatas dibandingkan dengan jumlah
peserta, pihak madrasah mampu mengelola penggunaan perangkat secara efektif
melalui sistem pembagian sesi. Keterbatasan tersebut tidak menjadi hambatan
berarti, justru menjadi motivasi bagi panitia dan peserta untuk tetap
melaksanakan ujian dengan semangat dan tanggung jawab tinggi.
Selama
kegiatan monitoring berlangsung, pengawas juga melakukan koordinasi intensif
dengan panitia pelaksana dan pihak madrasah. Hal ini mencakup pengecekan
kesiapan administrasi, kelancaran distribusi soal, pengaturan jadwal, serta
pelaksanaan pengawasan di setiap ruang ujian. Dengan koordinasi yang baik,
seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan.
Berdasarkan
hasil monitoring, pelaksanaan TKA di MIN 2 Samarinda sejak hari pertama hingga
hari keempat berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan
kendala signifikan yang dapat mengganggu jalannya ujian. Keberhasilan ini tidak
terlepas dari kerja sama yang solid antara panitia, pengawas, serta seluruh
pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TKA.
Kegiatan
monitoring ini menjadi bukti komitmen dalam menjaga mutu pelaksanaan evaluasi
pendidikan di madrasah. Dengan adanya pengawasan yang intensif dan
berkelanjutan, diharapkan pelaksanaan TKA ke depan dapat terus meningkat, baik
dari segi kualitas, profesionalitas, maupun integritas. Selain itu, monitoring
juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai hal yang perlu
ditingkatkan dalam penyelenggaraan ujian di masa mendatang.
Melalui
pelaksanaan TKA yang tertib dan lancar ini, MIN 2 Samarinda menunjukkan
kesiapannya dalam menyelenggarakan evaluasi akademik berbasis teknologi,
sekaligus memperkuat komitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang
berkualitas dan berdaya saing. (DNA/foto:PP)
